Sunday, 27 September 2020

BERJALAN DIBAWAH CAHAYA AHLULBAIT (7) : AHLULBAIT DALAM QURAN DAN HADITS

 

Nash-nash syar’i

 

        Setiap muslim merasa berkewajiban untuk menaati nash syar’i yang tersebut dalam Al Quran maupun sunnah. Ia juga merasa bertanggungjawab untuk selalu berusaha mempraktekkan sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Allah, taqarrub (mendekatkan diri) dan mengharap ridha-Nya karena, pada dasarnya, Islam berarti kepasrahan dan penghambaan kepada Allah.

BERJALAN DIBAWAH CAHAYA AHLULBAIT (6) : SANG KHALIFAH MEMOHON MAAF FATIMAH ZAHRA

 

Inilah Dr. Muhammad Bayoumi Mehran, salah seorang guru besar sejarah Mesir dan Timur Dekat Kuno di Universitas Alexandria di Mesir yang juga seorang pakar riset serta anggota beberapa lembaga dan komisi ilmiah. Beliau pernah mengajar di Universitas Islam Imam Muhammad bin Su’ud di Riyadh antara tahun 1973-1977 yang kemudian ditarik ke Universitas Ummul Qura di kota Mekah antara tahun 1983-1987. Beliau menukil sebuah kisah menarik dalam bukunya Al Imamah wa Ahlul Bait:

BERJALAN DIBAWAH CAHAYA AHLULBAIT (5) : CINTA AHLULBAIT=CINTA NABI

 

Demikianlah batasan yang dibuat oleh Imam as. yang tidak berbeda dengan selainnya dalam hal prinsip dasar. Perbedaan hanya berhubungan dengan pengambilan sikap dalam kasus tertentu dimana beliau lebih tahu dan mereka tidak tahu.

 Inilah beberapa lembaran yang mampu kami persembahkan kepada pembaca. Didalamnya  mencakup tulisan-tulisan saya dalam berbagai kesempatan menghadiri peringatan Ahlul Bait as.

BERJALAN DIBAWAH CAHAYA AHLULBAIT (4) : TERTIPU ATAU DITIPU?

 

Munculnya berbagai bentuk peran dan sikap Ahlul Bait as., baik yang berhubungan dengan masalah politik maupun sosial yang mengiringi perjalanan mereka adalah fakta sejarah yang tidak mungkin dipungkiri. Berlaku dan tidaknya suatu peran atau posisi pada masa tertentu akan memberikan bentuk praktis yang berbeda. Variasi itu  merupakan hasil identifikasi kasus demi menentukan sikap yang terbaik dan paling sesuai. Jadi, hasil dari identifikasi kasus akan berpengaruh kepada pengambilan sikap dalam menghadapinya.

Friday, 18 September 2020

BERJALAN DIBAWAH CAHAYA AHLULBAIT (3) : PERBEDAAN ADALAH KENISCAYAAN


Kita juga temukan bahwa diantara mereka ada yang menciptakan gerakan keilmuan, ada yang membimbing dengan pendidikan keimanan, peningkatan spiritualitas dan ada pula yang memusatkan perhatian pada pemenuhan hajat fakir miskin. Semua itu menjadi tradisi yang menonjol dalam perjalanan hidup mereka sesuai dengan jaman dimana mereka berada.

BERJALAN DIBAWAH CAHAYA AHLULBAIT (2) : LAIN LADANG LAIN BELALANG


Perjuangan Ahlul Bait as. dalam menghadapi kezaliman para pendengki dan pendosa bukan tanpa halangan dan rintangan. Pengorbanan demi pengorbanan itu dilakukan demi mewujudkan tujuan mereka yang mulia yaitu mengagungkan  kalimat

BERJALAN DIBAWAH CAHAYA AHLULBAIT as. (1) : TERBUAI PURNAMA


Mukadimah

             Saat anda berjalan menembus malam di sebuah jalan yang sulit dilalui karena penuh dengan lubang dan retakan di sana sini, saat itu anda akan sangat membutuhkan pancaran cahaya bulan untuk menerangi jalan yang anda lalui, sekaligus menjaga anda dari tergelincir ke dalam lubang-lubang itu. Jika sinar bulan telah membuai mata anda dengan keindahan dan keanggunannya, terutama saat purnama tiba, maka pandangan anda akan tertuju pada keindahannya hingga anda akan berada dalam buaian khayalan yang memberikan kenikmatan jiwa yang dalam.

Tuesday, 1 September 2020

SEKILAS AKIDAH SYIAH (1) : TAQIYAH


MUKADIMAH

Tulisan ini adalah bagian pertama dari seri SEKILAS AKIDAH SYIAH. Semoga dapat memberikan gambaran meski sekilas tentang akidah Syiah yang selama ini tidak diketahui masyarakat, baik yang tersembunyi atau yang sengaja disembunyikan. Sekaligus membantah fitnah dan isu tak berdasar tentang Syiah dan akidahnya.

Bismillahirrahmanirrahim,

Setelah peristiwa pembubaran paksa atas sebuah acara  keluarga di Solo, Jawa Tengah, yang dituduh menggelar acara Syiah, oleh kelompok radikal yang mengatasnamakan  agama, sudah saatnya untuk kita memberikan gambaran yang benar kepada masyarakat tentang syiah yang selalu menjadi 'bintang utama'  ala FTV negeri ini dalam setiap fragmen kehidupan beragama. Barangkali bedanya, dalam cerita FTV, tokoh utama nan teraniaya selalu meraih happy ending bahkan happily ever after, namun dalam fragmen dunia nyata negeri ini, cerita tentang Syiah selalu berakhir dengan tragedi dan anti  klimak

Thursday, 25 June 2020

DS058- SASTRO DAN NEW NORMAL


Pandemic Corona ata COVID19 telah merubah hampir seluruh kebiasaan masyarakat. Baik pola hidup, pola pergaulan, ekonomi bahkan sempat menyinggung kisi-kisi keberagamaan mereka.

Dari segi pola hidup, masyarakat tergerak untuk melakukan pola kebersihan yang cenderung ketat dan tidak ditawar lagi.

Saturday, 25 April 2020

DS057- Dan makhluk suci itu minta maaf

Tulisan ini pernah saya posting di beberapa media sosial. Meski demikian saya akan me-repost tulisan ini dengan beberapa tambahan sekedar mencari relevansi dan korelasi kekinian atau sekedar alasan karena kehabisan stok bahan tulisan di lemari otak yang minim kapasitas simpan ini.

Mengapa banyak hadits yang menegaskan bahwa meski dosa hamba kepada Allah merupakan perbuatan keji mengingat kemurahan Allah kepada hamba-Nya, namun dosa hamba kepada sesama, secara tekhnis, lebih sulit dilebur. 

Friday, 24 April 2020

DS056-SAYANGNYA, CORONA TIDAK BERAGAMA

Ini bukan artikel penting apalagi tulisan ilmiah. Jadi kalau mau di skip yang skip saja, saya ikhlas karena sejatinya, tulisan ini hanya sekelumit pengalaman saya yang sok heroik dengan bergabung dalam tim penyadaran masyarakat akan bahaya penyebaran virus COVID19 yang super viral yang melanda dunia (yang akhirnya agak menyerempet dinding akhirat).

Friday, 20 March 2020

DS055-BOLEHKAH MENINGGALKAN SHALAT JUM'AT KARENA TAKUT CORONA?


"Hal itu dibolehkan bahkan diwajibkan dalam kondisi tersebut


Dengan dalil-dalil sebagai berikut:

 

Dalil-dalil Qurani (Al Quran):

 

o          Janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan (Al-Baqarah 195) dan

o          Janganlah kamu  membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah  Maha penyayang kepadamu (Al-Nisa 29).

o          Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. (Al-Baqarah 185)

o          Dia telah memilih kamu dan Dia sekal-kali  tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan (Al-Hajj 78)

 

Tuesday, 10 March 2020

DS054-UJIAN ADALAH HAKIKAT KEHIDUPAN




مَنْ عَظَّمَ صِغَارَ الْصَائِبِ ابْتَلاَهُ اللهُ بِكِبَارِهَا
Ust. Rakhmat Hidayat
(Barangsiapa yang membesar-besarkan musibah kecil maka Allah akan mendatangkan musibah yang bebar-benar besar)

Obyektifitas dan subyektifitas penderitaan.
Secara lughawi musibah berasal  dari kata kerja “ashaaba” yang berarti menimpa. Secara istilah, musibah adalah segala kondisi menyulitkan (masyaqqah) yang menimpa manusia atau mukallaf secara umum.
Sampai disini, musibah belum dapat dihukumi dengan baik dan buruk.

Search Bar