Friday, 30 July 2021

Thursday, 29 July 2021

PENGANTAR ILMU MANTIQ (BAGIAN 8): LAFADZ TUNGGAL DAN KEMAJEMUKAN MAKNA

(لفظ واحد مع تعدد المعنى)

 Berdasarkan penggunaannya, satu lafadz dapat dibagi menjadi:

1. Lafadz Mukhtash (المختصّ), adalah lafadz yang hanya memiliki satu mkna khas dan eksklusif seperti lafadz Allah dengan pengucapan yang khas terutama bagi yang tidak berbahasa Arab.

2. Lafadz Musytarak (المشترك), adalah lafadz yang memiliki makna lebih dari satu dengan tidak ada hubungan (korelasi) diantara makna-maknanya dan tidak ada saling mendahuli dalam penggunaannya. Seperti lafadz al 'ain (العين) dalam bahasa Arab yang memiliki beberapa makna sepert mata, mata air, mata-mata atau emas. Makna-maknanya tidak saling berhubungan sehingga tidak terjadi urutan penggunaan.

Friday, 23 July 2021

Pengantar Ilmu Mantiq (bagian: 7) : Pembagian Ad Dilalah Wadh'iyah Al Lafdhiyah

Setelah kita melakukan klasifikasi terhadap Ad Dilalah dan menghasilkan tiga bentuk Ad Dilalah :

  • 'Aqiliyah (logis)
  • Thab'iyah (tabiat)
  • Wadh'iyah (peletakan/rekayasa)
maka perlu kita ketahui bahwa yang menjadi topik pembahasan ilmu mantiq adalah Ad Dilalah Al Wadh'iyah (rekayasa) dengan alasan:

Ad Dilalah 'Aqliyah bersifat badihiyah (ilmu dharuri) yang jelas dan tidak membutuhkan pembuktian karena kejelasannya, Selama akal otak manusia tidak dihinggapi syubhat maka Ad Dilalah ini akan dipahami.

Pengantar Ilmu Mantiq (Bagian 6): Ad Dilalah (indikasi)

Sebelum memulai pembahasan ini, mari kita lihat dan cermati kasus berikut ini:

Pada suatu hari, anda sedang duduk di ruang keluarga rumah anda yang letaknya agak jauh dari ruang tamu. Beberapa saat kemudian terdengar suara bel rumah. Dengan segera anda beranjak dari tempat duduk anda dan berlari menuju pintu depan dengan keyakinan akan adanya orang (tamu) yang memencet tombol bel. Saat anda mendengar suara bel, anda tidak lagi memperhatikan suara bel yang teralihkan oleh kedatangan seseorang. Bagaimana anda tahu dan bahkan yakin akan keberadaan seseorang yang memencet bel padahal anda tidak melihat orang tersebut?. Jawabannya: karena bel menjadi indikasi kuat dan meyakinkan akan keberadan seseorang yang memencet bel.

Thursday, 22 July 2021

Pengantar Ilmu Mantiq (bagian 5) : Mengapa Mantiq Membahas Lafadz...?

Pada dasarnya, ilmu mantiq hanya membahas masalah yang erat kaitannya dengan proses berfikir manusia agar mampu melaksanakan proses berfikir dengan benar dan menghasilkan result sebagaimana diharapkan.

Jika demikian, mengapa dalam ilmu mantiq terdapat beberapa pembahasan tentang lafadz?

Jawab: Memang ilmu mantiq berbicara tentang kaidah berfikir, hanya saja perlu dicermati bahwa manusia sebagai makhluk sosial manusia membutuhkan cara untuk memindahkan buah pikirannya kepada orang lain dan lafadz merupakan sarana efekti untuk tujusn itu. Artinya jika pemilihan lafadz salah maka pemikiran seseorang tidak akan berpindah kepada orang lain dan kalaupun berpindah akan mengalami distorsi makna dan menjerumuskan.

Pengantar Ilmu Mantiq (bagian 4) : Defnisi Pikir

Telah dijelaskan bahwa berfikir sejatinya adalah menggerakkan otak dari yang diketahui menuju yang tidak diketahui untuk menjawabnya. 

Dengan kata lain berfikir dapat diartikan sebagai: 

Gerakan otak diantara yang diketahui dan yang tidak diketahui

Langkah-langkah berfikir adalah sebagai berikut:

1. Menghadapi dan fokus pada permasalahan

2. Identifikasi jenis masalah

Pengantar Ilmu Mantiq (bagian 3) : Ilmu Nadhari dan Ilmu Dharuri

Dalam  kesempatan ini kita akan membagi ilmu berdasarkan proses mendapatkannya. Berdasarkan hal itu, ilmu dibadi menjadi 2 :

1. Ilmu Dharuri/Ilmu Badihi (ilmu mudah)

Adalah ilmu yang dicapai manusia dengan sangat mudah tanpa olah pikir yang berat bahkan terkesan tanpa oleh pikir sama sekali.

Ilmu Dharuri bisa dibagi 2 sesuai obyeknya:

          a. Dharuri Tashawwuri, seperti ilmu kita tentang makna 'ada' ketika kita ditanya: Apakah ayahmu ada?