Thursday, 1 April 2021

Sastro VS Dunia (Sebuah Renungan)

 

Kata-kata diatas bukan sebuah judul sinetron atau jadwal pertandingan tinju profesional.

Suatu pagi yang indah (wah kayak sastrawan), Sastro menyembul dari kolam mimpi menuju tepian kehidupan yang menjemukan. Rambutnya kusut, mata sembab sisa begadang tadi malam. Sastro nyaris tak berpakaian karena kaos oblong yang sudah tipis bak kulit ari itu masih setia menempel di tubuh kerempengnya.
Barangkali kalau disiluetkan, bayangan tubuh Sastro mirip dengan bayangan wayang kulit yang dimainkan oleh dalang kondang semalam. We ladalah, jadi ketahuan kalau Sastro begadang bukan untuk ngaji atawa tahajud tapi untuk nonton wayang kulit di alun-alun (itupun kalau niat nonton sinden dan cuci matanya tidak dihitung).

Sastro dan bom demi bidadari (Ustadz Rakhmat Hidayat)


Sastro yang lugu terlihat sedang memijat-mijt kepalanya yang sudah mulai dihiasi dengan beberapa helai uban mengkilat. Dari usianya yang masih terbilang muda pastinya uban itu bukan sinyal pertambahan usia tapi bekas deraan nestapa dan hujaman belati hidup yang selalu 'tidak adil' terhadapnya.

Beberapa menit sebelumnya, Sastro menyaksikan sebuah tayangan berita di sebuah TV swasta (yang tidak ingin disebut namanya) yang mengupas masalah ritual bomb bunuh diri yang dilakukan oleh kalangan garis keras yang katanya pemeluk Islam itu.

Thursday, 24 December 2020

AL QURAN DAN BANI ISRAIL


            
Barangkali nama Bani Israil, adalah nama sebuah kaum yang sangat akrab di telinga kita. Bani Israil berasal dari kata bani (anak-anak keturunan) dan Israil yaitu nama lain Nabi Ya’qub. Kata Israil sendiri berasal dari kata isra (hamba) dan iil (Allah) atau dalam bahasa Arab sama dengan Abdullah.

Begitu banyak ayat al quran yang menceritakan sepak terjang mereka terutama dalam memperlakukan perintah Tuhan serta para utusan-Nya. Saking viralnya informasi tentang kaum yang satu ini hingga kita patut bertanya : “Mengapa Allah memasukkan begitu banyak kisah hidup mereka dalam kitab Muhammad saw?”.”Apakah hikmah Al Quran memasukkan kisah hidup kaum terdahulu dalam banyak ayat-ayat yang turun kepada kita umat Muhammad?”.

Saturday, 12 December 2020

JANGAN (MAU) JADI TUHAN !

Sepertinya kegilaan di negeri ini kian merajalela dan berangsur tapi pasti tatanan santun masyarakatnya mulai berubah dan bergeser menuju kondisi yang sangat menakutkan. Negeri ini mulai dipenuhi manusia-manusia yang kehilangan kemanusiaannya. Persekusi di sini, intimidasi di sana dan kezaliman 'syar'i' semakin menjadi. Kaum dhu'afa pikir yang terbuai propaganda surga atau kaum teraniaya yang menolak dengan logikanya menjadi dua kubu yang berseteru. Bagai gayung bersambut, masing-masing kubu menjadikan media sosial sebagai senapan mesin penghalau lawan. Masyarakat awam sekali lagi menjadi korban tarik-menarik kepentingan syetan.

Wednesday, 30 September 2020

BERJALAN DIBAWAH CAHAYA AHLULBAIT (8) : AHLULBAIT DALAM AL QURAN AL KARIM

Dalam Al Quran Al Karim

 

            Diatas semua nash (hadits) syar’i itu telah tersebut pula ayat-ayat suci Al Quran yang disepakati oleh segenap kaum muslimin bahwa Ahlul Bait adalah asbab nuzul (sebab turun)nya firman-firman Allah tersebut.

 

Sunday, 27 September 2020

BERJALAN DIBAWAH CAHAYA AHLULBAIT (7) : AHLULBAIT DALAM QURAN DAN HADITS

 

Nash-nash syar’i

 

        Setiap muslim merasa berkewajiban untuk menaati nash syar’i yang tersebut dalam Al Quran maupun sunnah. Ia juga merasa bertanggungjawab untuk selalu berusaha mempraktekkan sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Allah, taqarrub (mendekatkan diri) dan mengharap ridha-Nya karena, pada dasarnya, Islam berarti kepasrahan dan penghambaan kepada Allah.

BERJALAN DIBAWAH CAHAYA AHLULBAIT (6) : SANG KHALIFAH MEMOHON MAAF FATIMAH ZAHRA

 

Inilah Dr. Muhammad Bayoumi Mehran, salah seorang guru besar sejarah Mesir dan Timur Dekat Kuno di Universitas Alexandria di Mesir yang juga seorang pakar riset serta anggota beberapa lembaga dan komisi ilmiah. Beliau pernah mengajar di Universitas Islam Imam Muhammad bin Su’ud di Riyadh antara tahun 1973-1977 yang kemudian ditarik ke Universitas Ummul Qura di kota Mekah antara tahun 1983-1987. Beliau menukil sebuah kisah menarik dalam bukunya Al Imamah wa Ahlul Bait:

BERJALAN DIBAWAH CAHAYA AHLULBAIT (5) : CINTA AHLULBAIT=CINTA NABI

 

Demikianlah batasan yang dibuat oleh Imam as. yang tidak berbeda dengan selainnya dalam hal prinsip dasar. Perbedaan hanya berhubungan dengan pengambilan sikap dalam kasus tertentu dimana beliau lebih tahu dan mereka tidak tahu.

 Inilah beberapa lembaran yang mampu kami persembahkan kepada pembaca. Didalamnya  mencakup tulisan-tulisan saya dalam berbagai kesempatan menghadiri peringatan Ahlul Bait as.

BERJALAN DIBAWAH CAHAYA AHLULBAIT (4) : TERTIPU ATAU DITIPU?

 

Munculnya berbagai bentuk peran dan sikap Ahlul Bait as., baik yang berhubungan dengan masalah politik maupun sosial yang mengiringi perjalanan mereka adalah fakta sejarah yang tidak mungkin dipungkiri. Berlaku dan tidaknya suatu peran atau posisi pada masa tertentu akan memberikan bentuk praktis yang berbeda. Variasi itu  merupakan hasil identifikasi kasus demi menentukan sikap yang terbaik dan paling sesuai. Jadi, hasil dari identifikasi kasus akan berpengaruh kepada pengambilan sikap dalam menghadapinya.

Saturday, 19 September 2020

BERJALAN DIBAWAH CAHAYA AHLULBAIT (3) : PERBEDAAN ADALAH KENISCAYAAN


Kita juga temukan bahwa diantara mereka ada yang menciptakan gerakan keilmuan, ada yang membimbing dengan pendidikan keimanan, peningkatan spiritualitas dan ada pula yang memusatkan perhatian pada pemenuhan hajat fakir miskin. Semua itu menjadi tradisi yang menonjol dalam perjalanan hidup mereka sesuai dengan jaman dimana mereka berada.

BERJALAN DIBAWAH CAHAYA AHLULBAIT (2) : LAIN LADANG LAIN BELALANG


Perjuangan Ahlul Bait as. dalam menghadapi kezaliman para pendengki dan pendosa bukan tanpa halangan dan rintangan. Pengorbanan demi pengorbanan itu dilakukan demi mewujudkan tujuan mereka yang mulia yaitu mengagungkan  kalimat

BERJALAN DIBAWAH CAHAYA AHLULBAIT as. (1) : TERBUAI PURNAMA


Mukadimah

             Saat anda berjalan menembus malam di sebuah jalan yang sulit dilalui karena penuh dengan lubang dan retakan di sana sini, saat itu anda akan sangat membutuhkan pancaran cahaya bulan untuk menerangi jalan yang anda lalui, sekaligus menjaga anda dari tergelincir ke dalam lubang-lubang itu. Jika sinar bulan telah membuai mata anda dengan keindahan dan keanggunannya, terutama saat purnama tiba, maka pandangan anda akan tertuju pada keindahannya hingga anda akan berada dalam buaian khayalan yang memberikan kenikmatan jiwa yang dalam.