Followers

Thursday, 15 March 2018

DS031-ALAM BARZAKH, ALAM KASIH SAYANG



Meluruskan salah persepsi

Seringkali kita merasakan ketakutan saat mendengar kata ‘kubur’. Hal itu dikarenakan kata kubur sendiri memberikan gambaran yang tidak tepat tentang alam setelah kematian. Dengan penggunaan kata tersebut, alam yang lebih tepat disebut alam barzakh itu tergambar sebagai ruang sempit nan gelap dengan berbagai macam gangguan serangga dan hewan melata. Di ruang gelap itu si mayit tinggal sendiri tanpa sanak saudara dan keluarga. Gambaran itu semakin menakutkan jika ditambah dengan ilustrasi-ilustrasi lain seperti pertanyaan dua malaikat penanya yang garang dan kejam dan semacamnya. Sedemikian mengakarnya ketakutan terhadap fenomena-fenomena horor itu hingga mengalahkan kekhawatiran kita akan kurang sempurnanya amal yang akan menyelamatkan kita.
Sebenarnya alam setelah kematian itu lebih tepat disebut alam barzakh. Barzakh berarti dipertengahan sehingga, atas dasar itu, jin disebut makhluk barzakhi karena ia berada dipertengahan kwalitas wujud secara fisik dimana fisik jin lebih halus dari manusia tapi lebih kasar dari malaikat.
Adapun sebab alam setelah kematian disebut alam barzakh, dikarenakan alam tersebut berada pada pertengahan perjalanan antara alam dunia dan alam akhirat. Dimana seseorang akan keluar dari alam dunia sehingga disebut mayit tapi belu masuk ke dimensi ikhrawi.
Jadi alam barzakh adalah dimensi wujud tertentu yang berbeda dengan dimensi jasad yang masuk ke liang lahat, ditimbun dan akan menjadi bangakai, tulang belulang dan akhirnya menjadi ramim (debu).

Mengapa harus ada alam barzakh?

            Barangkali itulah pertanyaan mendasar setelah kita tahu bahwa barzakh adalah dimensi setelah duniawi tapi belum sampai kepada dimensi perhitungan ukhrawi.
Sejatinya wujud alam barzakh merupakan bukti kasih sayang Allah yang besar dimana manusia tidak segera diperhitungkan amal kehidupannya akan tetapi masih disisakan waktu bagi manusia yang mati dengan membawa noda untuk selamat dari siksa abadi. Di alam ‘transit’ ini, manusia memang tidak lagi berkesempatan menambah deposit amal shalih karena kesempatan itu sirna dengan kematiannya. Namun demikian Allah menyediakan kesempatan berharga baginya untuk masih dapat menerima uluran dan panjatan doa dari orang-orang yang masih hidup. Itulah mengapa mendoakan kaum muslimin yang telah meninggal menjadi sesuatu yang sangat ditekankan sebagai bantuan bagi almarhun atau almarhumah yang kita kenal. Sungguh mereka berada pada posisi yang sangat membutuhkan doa dan ampunan yang datang dari keluarga dan sanak kerabat yang masih hidup.
Dengan kata lain, manusia mengalami tiga dimensi alam berdasar potensi amal:
1.      Alam dimana manusia bisa memberi dan bisa menerima, itulah alam dunia.
2.      Alam dimana manusia bisa menerima tapi tidak bisa memberi, itulah alam barzakh.
3.      Alam dimana manusia tidak bisa menerima dan tidak bisa memberi, itulah alam akhirat.

Barzakh adalah bukti kasih sayang Allah

Sesungguhnya mengingkari hubungan antara yang masih hidup dan yang sudah meninggal merupakan pengingkaran terhadap hakikat alam barzakh karena tidak ada hikmah yang terkandung dari keberadaannya selain sebagai bukti bahwa kasih sayang Allah tidak menginginkan manusia masuk ke jurang neraka.

Allah tidak hanya Rahman (pengasih) dan Rahim (penyayang) tapi Dialah arhamurrahimin (paling penyayang diantara para penyayang). Dalam doa Jausyan kita membaca: ya mansabaqat rahmatuhu ghadhabah (Wahai yang kasih-Nya mendahului murka-Nya). Ingatkah, disaat manusia diseru untuk bersedekah dan manusia enggan melakukannya dan Allah berfirman bahwa jika manusia tidak bersedia bersedekah maka biarlah pengeluaran itu dianggap hutang Allah kepadanya
:
مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Barangsiapa yang meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik maka Dia akan melipatgandakannya dengan kelipatan yang banyak. Dan Allah yang menyempitkan dan melapangkan (rejeki) dan kepada-Nya kalian akan dikembalikan. (Q.S. Al Baqarah: 234)
Marilah kita merubah persepsi kita tentang alam barzakh sebagai alam yang menakutkan sehingga kita bias menjadi jiwa-jiwa yang tenang saat bertemu dengan-Nya sebagaimana yang diilustrasikan oleh Al Quran:

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً فَادْخُلِي فِي عِبَادِي وَادْخُلِي جَنَّتِي

Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmudalam keadaan ridha dan diridhai. Masuklah ke barisan hamba-hamba-Ku dan masuklah surga-Ku… 


0 komentar:

Post a Comment