Friday, 23 July 2021

Pengantar Ilmu Mantiq (Bagian 6): Ad Dilalah (indikasi)

Sebelum memulai pembahasan ini, mari kita lihat dan cermati kasus berikut ini:

Pada suatu hari, anda sedang duduk di ruang keluarga rumah anda yang letaknya agak jauh dari ruang tamu. Beberapa saat kemudian terdengar suara bel rumah. Dengan segera anda beranjak dari tempat duduk anda dan berlari menuju pintu depan dengan keyakinan akan adanya orang (tamu) yang memencet tombol bel. Saat anda mendengar suara bel, anda tidak lagi memperhatikan suara bel yang teralihkan oleh kedatangan seseorang. Bagaimana anda tahu dan bahkan yakin akan keberadaan seseorang yang memencet bel padahal anda tidak melihat orang tersebut?. Jawabannya: karena bel menjadi indikasi kuat dan meyakinkan akan keberadan seseorang yang memencet bel.

Seperti itulah proses Ad Dilalah terjadi sehingga Ad Dilalah bisa didefinisikan sebagai:

Suatu kondisi dimana pengetahuan kita akan sesuatu memnjadikan kita tahu seseuatu yang lain

Dalam ilustrasi diatas kita menemukan beberapa hal yang menjadi faktor terjadinya Ad Dilalah yaitu:

1. Yang menunjukkan (Ad Daal/indikator) dalam kasus ini adalah suara bel

2. Yang ditunjukkan (Al Madlul/yang terindikasi), dalam hal ini adalah orang yang memencet bel

3. Proses indikasi antara antara antara Ad Daal dan Al Madlul yang kita sebut Ad Dilalah

Ad Dilalah dalam bahasa Arab berasal dari kata dalla-yadullu yang berarti menunjukkan, karenanya petunjuk juga disebut dalil

Klasifikasi Ad Dilalah berdasarkan jenis hubungan antara Ad Dal dan Al Madlul ::

1. Ad Dilalah Al Aqliyah (الدلالة العقلية) adalah proses indikasi dimana hubungan antara indikator dan yang terindikasi adalah hubungan logis (aqliy). Hubungan ini adalah hubungan kepastian logika dan tidak akan pernah menyimpang karena sejatinya hubungan ini kembali kepada kausalitas (sebab-akibat) logis. Seperti Ad Dilalah yang terjadi antara Khaliq (Pencipta) dan makhluk (ciptaan) dimana setiap ada ciptaan pasti ada penciptanya. Ad Dilalah jenis ini dibagi menjadi dua :

                    a. Lafdhiyah atau yang berupa lafadz/ucapan/suara, seperti adanya suara menunjukkan ada yang bersuara. Logika mengatakan kemustahilan wujud suara tanpa ada yang bersuara/menciptakan suara.

                     b. Ghairu Lafdhiyah atau bukan lafadz, seperti masuknya sinar matahari ke rumah kita melalui celah-celah dinding menunjukkan terbitnya matahari. Atau wujud asap menunjukkan adanya api dan sebagainya.

2. Ad Dilalah Ath Tahab'iyah (الدلالة الطبعية) adalah proses indikasi dimana hubungan antara indikator dan yang terindikasi adalah hubungan alamiah/natural dan bukan hubungan logis dalam artian bisa tidak seperti itu dalam kondisi tertentu meskipun kebanyak seperti itu. Ad Dilalah jenis ini dibagi menjadi dua :

                    a. Lafdhiyah atau yang berupa lafadz/ucapan/suara, seperti suara erangan menunjukkan ada yang kesakitan seperti layaknya tabiat manusia. Meski demikian tidak menutup kemungkinan tidak seperti itu, misalnya ketika ternyata suara erangan itu adalah akting dalam sebuah peran rekayasa. Karenanya, Ad Dilalah ini disebut Thabi'iyah karena indikasinya bersifat tabiat dan kebiasaan manusia.

                     b. Ghairu Lafdhiyah atau bukan lafadz, seperti wajah yang memucat menunjukkan ketakutan, gigi gemeretak menunjukkan kemarahan, tangan mengepal menunjukkan murka, denyut nadi lemah menunjukkan tubuh yang tidak sehat dan sebagainya. Meskipun bisa semua itu direkayasa untuk mengelabui atau tuntunan peran tertentu.

3, Ad dilalah Al Wadh'iyah (الدلالة الوضعية) adalah proses indikasi dimana hubungan antara indikator dan yang terindikasi adalah hubungan hasil rekayasa dan kesepakatan. Ad Dilalah jenis ini dibagi menjadi dua :

                    a. Lafdhiyah atau yang berupa lafadz/ucapan/suara, seperti lafadz dengan maknanya yang khas yang kita pahami. Satu lafadz menunjukkan makna tertentu adalah rekayasa dan bukan tabiat manusia apalagi kaidah logis.

                     b. Ghairu Lafdhiyah atau bukan lafadz, seperti lampu lalu lintas dengan warna-warna yang menunjukkan perintah tertentu.

Untuk pengayaan materi ini bisa tonton juga videonya disini dan disini

0 comments:

Post a Comment