Pengantar Ilmu Mantiq (bagian 5) : Mengapa Mantiq Membahas Lafadz...?



Pada dasarnya, ilmu mantiq hanya membahas masalah yang erat kaitannya dengan proses berfikir manusia agar mampu melaksanakan proses berfikir dengan benar dan menghasilkan result sebagaimana diharapkan.

Jika demikian, mengapa dalam ilmu mantiq terdapat beberapa pembahasan tentang lafadz?

Jawab: Memang ilmu mantiq berbicara tentang kaidah berfikir, hanya saja perlu dicermati bahwa manusia sebagai makhluk sosial manusia membutuhkan cara untuk memindahkan buah pikirannya kepada orang lain dan lafadz merupakan sarana efekti untuk tujusn itu. Artinya jika pemilihan lafadz salah maka pemikiran seseorang tidak akan berpindah kepada orang lain dan kalaupun berpindah akan mengalami distorsi makna dan menjerumuskan.

Perhatikan beberapa fase perkembangan cara transfer informasi sepanjang kehidupan manusia:

1. Fase wujud Khariji (wujud luar), dimana manusia menjelaskan sesuatu kepada orang lain dengan membawa benda yang dimaksud. Hal ini mungkin dilakukan jika benda tersebut berukuran kecil. Misalkan berusaha menjelaskan tentang buku dengan membawa barangya hingga ora lain faham maksudnya. Namun bagaimana jika manusia ingin memberikan informasi tentang gunung, laun dan sebagainya?

2. Fase wujud dzihni (wujud memori) dimana manusia menyimpan informasi tentang sesuatu dalam ingatannya. Tapi muncul masalah jika ia harus memindahkan apa yang dia pikirkan kepada orang lain?, sebagai manusia biasa ia tidak bisa melkaukan telepati dengan orang lain untuk memindahkan buah pikirannya.

3. Fase wujud Lafdzi, dimana manusia mulai menemukan lafadz yang mewakili suatu benda. Dengan lfadz itu manusia bisa memindahkan informasi apapun dengan menggantinya dengan rangkaian kata-kata yang menjadi jembatan perindahan informasi dari seseorang kepada orang lain dalam  masyarakatnya.

4. Fase wujud katbi (tulisan), dimana manusia mengalami kesulitan untuk memberikan informasi kepada orang lain yang berada jauh darinya dengan berkirim tulisan atau surat. Seiring perkembangan jaman, komunikasi jarak jauh menjadi semakin mudah dengan ditemukannya alat-alat komunikasi jarak jauh, sejak era mesin telegram, mesin fax, SMS, Chatting msg hingga video call.

Perhatian:

Wujud Khariji dan ujud Dzihni disebut wujud hakiki karena tidak ada perbedaan persepsi antara satu orang dengan yang lain. Sedang wujud lafdzi dan katbi adalah wujud i'tibari (anggapan) dan hasil rekayasa yang disepakati yang seringkali berbeda antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain.

No comments

Powered by Blogger.