Thursday, 22 July 2021

Pengantar Ilmu Mantiq (bagian 3) : Ilmu Nadhari dan Ilmu Dharuri

Dalam  kesempatan ini kita akan membagi ilmu berdasarkan proses mendapatkannya. Berdasarkan hal itu, ilmu dibadi menjadi 2 :

1. Ilmu Dharuri/Ilmu Badihi (ilmu mudah)

Adalah ilmu yang dicapai manusia dengan sangat mudah tanpa olah pikir yang berat bahkan terkesan tanpa oleh pikir sama sekali.

Ilmu Dharuri bisa dibagi 2 sesuai obyeknya:

          a. Dharuri Tashawwuri, seperti ilmu kita tentang makna 'ada' ketika kita ditanya: Apakah ayahmu ada?

            b. Dharuri Tashdiqi, seperti ilmu kita bahwa 1+1=2

2. Ilmu Nadhari/ilmu kasbi (ilmu sulit)

Adalah lmu yang hanya bisa dicapai dengan proses olah pikir

Ilmu Nadhari juga dibagi menjadi 2 sesuai obyeknya:

            a. Nadhari Tashawwuri (obyeknya tashawwur), seperti ilmu kita tentang aliran listrik, kinerja komputer dll.

               b. Nadhari Tashdiqi (obyeknya tashdiqi), seperti ilmu kita seperti ilmu kita bahwa bumi berputar dll.


Peringatan:

Ilmu yang Dharuri bagi seseorang belum tentu begitu bagi orang lain. Terkadang sesuatu menjadi sulit dipahami bukan karena pengetahuan tentangnya bersifat Nadhari tapi lebih karena syarat-syarat Dharuri agar dipahami sebagai Dharuri tidak terpenuhi.

Syarat-syarat agar Ilmu Dharuri bisa dipahami secara mudah:

1. Atensi/perhatian. Orang yang kehilanngan fokus terhadap masalah mudah akan merasa kesulitan dalam menyelesaikan masalah itu. Namun bukan berarti masalah berubah menjadi sulit tapi karena hilangnya perhatian yang menyebabkan kesulitan ini.

2. Kesehatan akal, kekurangan dalam fungsi normal akal akan membuat seseorang melihat masalah yang mudah menjadi sangat sulit. Permasalahan yang teramat mudah penyelesaiannya bagai orang lain akan sangat sulit baginya.

3. Kesehatan panca indera, ini berhubungan dengan obyek-obyek inderawi. Saat salah satu indera kita tidak normal maka wangi bunga yang sangat jelas bagi semua orang akan menjadi tidak jelas baginya.

4. Tidak ada syubhat. Syubhat adalah sesat pikir dimana orang awam dibuat bingung oleh pihak tertentu dengan sehingga kebathilan mirip dengan kebenaran. Mengingatkan kita kepada syiar yang diangkat kaum Khawarij : Tidak ada hukum kecuali hukum Allah!. Mendengar itu, Imam Ali as. berkata: "Kalimat yang haq tapi niatnya bathil!" 

5. Esperimen, beberapa maklumat dharuri memerlukn sedikit eksperimen (bukan olah pikir yang keras). Panasnya apai adalah sesuatu yang jelas bagi semua orang selama ada eksperimen untuk mendekati api. Sampai kapanpun panasnya api yang merupakan maklumat dharuri akan sulit dipahami oleh orang yang hanya memandang api dari kejauhan tanpa melakukan ekperimen terhadapnya.


0 comments:

Post a Comment