PENGANTAR ILMU MANTIQ (BAGIAN 8): LAFADZ TUNGGAL DAN KEMAJEMUKAN MAKNA


(لفظ واحد مع تعدد المعنى)

 

Berdasarkan penggunaannya, satu lafadz dapat dibagi menjadi:

1. Lafadz Mukhtash (المختصّ), adalah lafadz yang hanya memiliki satu mkna khas dan eksklusif seperti lafadz Allah dengan pengucapan yang khas terutama bagi yang tidak berbahasa Arab.

2. Lafadz Musytarak (المشترك), adalah lafadz yang memiliki makna lebih dari satu dengan tidak ada hubungan (korelasi) diantara makna-maknanya dan tidak ada saling mendahuli dalam penggunaannya. Seperti lafadz al 'ain (العين) dalam bahasa Arab yang memiliki beberapa makna sepert mata, mata air, mata-mata atau emas. Makna-maknanya tidak saling berhubungan sehingga tidak terjadi urutan penggunaan.

3. Lafadz Manqul (المنثول), adalah lafadz yang memiliki makna lebih dari satu dan penggunaan dengan satu makna mendahului penggunaan untuk makna yang lain karena ada hubungan diantara makna-maknanya. Seperti lafadz shalat yang pada awalnya bermakna doa secara umum dan tidak dengan tata cara khusus. Seiring perkembangan ilmu, terutama fikih, maknanya bergeser menjadi ritual ibadah dengan cara khas yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam yang tentunya mencakup doa didalamnya.

4. Lafadz Murtajal (المرتجل), lafadz ini sama dengan manqul hanya saja tidak ada korelasi antara satu makna dengan makna lainnya. Seperti saat seorang ayah menamai anak yang baru lahir dengan nama Asad (singa). Meskipun hal itu merupakan harapan orang tua terhadap anaknya, namun saat itu tidak ada korelasi yang ditemukan antara anak bayi yang masih lemah dengan singa yang kuat dan pemberani. Murtajal bisa kita katakan memaksakan sesuatu kepada sesuatu.

5. Lafadz Majaz (المجاز), lafadz ini seperti lafadz murtajal, hanya saja ada korelasi yang nyata antara lafadz dan makna saat lafadz ini diucapkan. Misalnya saat kita sedang mengisahkan keberanian Sayyidina Ali dan kita mengatakan: Singa itu menunggang kudanya. Kita melihat antara makna binatang berwibawa dan kuat dengan seorang manusia yang memiliki ciri yang sama yaitu kekuatan dan kewibawaan.

Peringatan:

  • Lafadz Musytarak dan Majaz dularang digunakan dalam argumentasi ilmiah kecuali jika ada qarinah/petunjuk kepada makna kedua.
  • Lafadz Manqul dan Murtajal tidak boleh digunakan dalam argumentasi ilmiah kecuali jika makna kedua lebih masyhur daripada makna pertama
  • Lafadz Manqul dibagi 2 yaitu :
  1. Manqul Ta'yini, yaitu jika perpindahan makna adalah sesuatu yang disengaja sebagaimana banyak kita jumpai dalam berbagai bidang ilmu secara official.
  2. Manqul T'ayyuni, yaitu apabila perpindahan makna terjadi tanpa disengaja, seperti karena sering digunakan sehingga makna kedua lebih masyhur dan terkenal. Bisa kita temukan dalam bahasa tidak baku (bahasa pasaran) yang digunakan masyarakat tertentu.

No comments

Powered by Blogger.