Sunday, 27 September 2020

BERJALAN DIBAWAH CAHAYA AHLULBAIT (7) : AHLULBAIT DALAM QURAN DAN HADITS

 

Nash-nash syar’i

 

        Setiap muslim merasa berkewajiban untuk menaati nash syar’i yang tersebut dalam Al Quran maupun sunnah. Ia juga merasa bertanggungjawab untuk selalu berusaha mempraktekkan sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Allah, taqarrub (mendekatkan diri) dan mengharap ridha-Nya karena, pada dasarnya, Islam berarti kepasrahan dan penghambaan kepada Allah.

Setiap muslim juga meyakini bahwa setiap perintah Allah pastilah ditujukan untuk maslahat kehidupan manusia selama di dunia maupun setelah di akhirat. Ketika nash-nash syar’i sehubungan dengan satu perkara semakin banyak dan mutawatir maka hal itu menunjukkan betapa masalah bersangkutan mengandung tingkat urgensi tinggi dan perhatian ilahi yang besar sehingga harus menjadi hasrat bagi setiap muslim untuk berpegang dengan segenap kesungguhan.

 

Berangkat dari hal ini maka nash-nash syar’i tentang keutamaan Ahlul Bait as. disisi Allah dan Rasul-Nya serta hak-hak mereka atas umat yang merupakan kumpulan nash yang shahih, argumentatif  lagi banyak jumlahnya merupakan wahana kecintaan yang mendalam terhadap Ahlul Bait as. bagi kaum yang beriman. Hal itu pula yang menguatkan hubungan umat dengan keluarga Nabi saw. hingga selalu menciptakan gelora cinta dan kerinduan.

 

Memang tersebut juga nash-nash syar’i tentang keutamaan para sahabat dan kelebihan sebagian mereka serta pujian atas perjuangan mereka yang cemerlang. Namun, secara umum, semua nash itu tidak mampu menandingi nash-nash tentang Ahlul Bait as. baik secara kuantitas nash, kwalitas sanad dan kandungan redaksi.

 

Nash-nash itu sangat banyak jumlahnya dimana sebagian besarnya telah disepakati oleh kaum muslimin, Syiah maupun Sunnah, bahwa sanadnya shahih. Semua itu dengan jelas menunjukkan betapa keutamaan Ahlul Bait as. tidak mungkin tertandingi, sekaligus menekankan keharusan untuk mengikuti dan berpegang teguh pada mereka.

 

Sebagai contoh yang jelas, telah dinukil oleh Al Hakim An Naisaburi dalam kitab Al Mustadrak dari Imam Ahmad bin Hanbal yang berkata: “Belum pernah tersebut keutamaan sahabat Rasulullah sebanyak yang disebutkan tentang Ali bin Abi Thalib as.”[1]

Telah berkata Ismail Al Qadhi, An Nasai dan Abu Ali Naisaburi: “Belum pernah tersebut hadits keutamaan sahabat dengan sanad yang hasan (baik) sebanyak yang disebutkan tentang Ali”.[2]

Ibnu Asakir juga meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang berkata: “Belum pernah ada ayat Al Quran yang turun tentang seseorang seperti yang turun tentang Ali”.[3]

 



[1] Al Mustadrak ala Ash Shahihai, bab Manaqib Amir Al Mukminin Ali, hadits ke-4572

[2] Ahmad bin Muhammad bin Hajar Al Haitami, Shawa’iq Al Muhriqah, juz 2 halaman 373, cetakan ke-1 tahun 1997, Muassasat Ar Risalah, Beirut.

[3] Sumber yang sama halaman 373

No comments:

Post a comment