Saturday, 19 September 2020

BERJALAN DIBAWAH CAHAYA AHLULBAIT (2) : LAIN LADANG LAIN BELALANG


Perjuangan Ahlul Bait as. dalam menghadapi kezaliman para pendengki dan pendosa bukan tanpa halangan dan rintangan. Pengorbanan demi pengorbanan itu dilakukan demi mewujudkan tujuan mereka yang mulia yaitu mengagungkan  kalimat

Allah ta’ala, menebarkan kebenaran dan menegakkan keadilan
Para Imam Ahlul Bait bukan sekelompok manusia egois yang hanya mengejar pangkat dan kedudukan. Mereka juga bukan para budak golongan yang mengejar maslahat dan kepentingan golongan mereka. Ahlul Bait as. adalah para pengemban amanat risalah suci dan penyandang keagungan akhlak, yang mengabdikan wujud dan kehidupannya demi pelayanan kepada misi risalah dan nilai-nilai keagungan.

 Berbagai kondisi sosial telah mereka lalui, demikian juga dengan pergolakan politik yang mereka hadapi sepanjang dua setengah abad. Semua itu telah menuntut berbagai variasi peran dan sikap dalam sirah (perjalanan hidup) mereka dengan tetap konsisten pada arah dan tujuan yang mendasari perjuangan. Maslahat agama dan umat selalu menjadi prioritas dan tujuan utama yang pasti bagi Ahlul Bait as.

 

Dalam dataran praktis, gerakan mereka selalu disesuaikan dengan situasi dan kondisi sosial masyarakat yang mereka hadapi. Bahwa keteguhan dalam berpegang kepada satu manhaj dan konsep dasar harus diikuti dengan sikap jumud (stagnasi) praktis maka hal itu bertentangan dengan logika dan tradisi sirah Ahlul Bait as. selain hal ini juga membahayakan manhaj itu sendiri karena menghilangkan kesempatan untuk mempersembahkan khidmat (pelayanan) maksimal kepada masyarakat.

 

Dari sini kita pahami, memang telah kita lihat sikap dan peran para Imam Ahlul Bait as. yang variatif dalam menghadapi berbagai situasi politik dan gejala sosial, dimana kita dapati diantara mereka (Ahlul Bait) ada yang hidup dalam sebuah kekuasaan, ada yang berdamai dan mengasingkan diri dari kekuasaan, ada yang melakukan konfrontasi dan revolusi terhadap penguasa, ada yang menduduki jabatan di wilayah tertentu dan ada pula yang terlunta dalam penjara dan didera berbagai siksa.

Kita juga temukan bahwa diantara mereka ada yang menciptakan gerakan keilmuan, ada yang membimbing dengan pendidikan keimanan, peningkatan spiritualitas dan ada pula yang memusatkan perhatian pada pemenuhan hajat fakir miskin. Semua itu menjadi tradisi yang menonjol dalam perjalanan hidup mereka sesuai dengan jaman dimana mereka berada.

 

Karena itu kita harus membaca sirah Ahlul Bait secara tematis namun menyeluruh sehingga tidak terjerumus kedalam pengaruh informasi yang tidak jelas dan pemahaman yang cacat.

 




No comments:

Post a comment