Followers

Sunday, 8 September 2019

ANTARA KESETIAAN DAN EKSPLOITASI


Akhir-akhir ini kita saksikan gejala kolektif yang nyaris menuju massal dimana kita dihadapkan pada ilustrasi betapa kesakralan agama telah terolah menjadi komuditas paling menguntungkan bagi sekelompok orang. Demi mencapai tujuan 'non agama' sebagian kelompok atau lebih tepat disebut gerombolan, mereka telah berhasil menyulap agama menjadi tongkat sakti yang mengalahkan akal dan nurani. Hal ini terlihat jelas dari gerakan-gerakan yang ditumbuhkan memiliki ciri yaitu minim kwalitas argumentasi agama yang dimiliki menjadikan gerombolan berkedok agama berusaha mengarahkan agama menuju pemenuhan tendensi syahwat kekuasaan dan gelimang dunia. Ironisnya, kelompok semacam ini selalu menggunakan simbol, slogan dan jargon agama yang lebih kental dan fanatis menyisir ranah otak-otak awam nan polos, menyajikan fantasi dengan gambaran surgawi semu yang tidak lain adalah syahwat syaitaniyah, Asy Syaithan fi jisman al insi (Syetan berujud manusia)
Gerombolan ini memanfaatkan kekecewaan masyarakat terhadap keadaan yang dihadapi sebagian orang meski sudah jelas bahwa semua itu tidak ada sangkut pautnya dengan agama apalagi mendirikan negara agama.

0 komentar:

Post a Comment