Monday, 14 May 2018

DS044-TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA DAN JIN



Firman Allah Swt:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. [QS adz-Dzâriyât(51):56]
Perlu diketahui, bahwa ibadah kepada Allah tidak hanya diwujudkan dalam bentuk shalat dan puasa saja. Akan tetapi, ibadah yang mencakup seluruh aktifitas yang disukai dan diridhai Allah yang berhubungan dengan diri manusia dan kehidupan di sekitarnya serta segala yang berkaitan dengan semua risalah yang dikehendaki Allah bagi kehidupan manusia. Inilah yang dinamakan ibadah kepada Allah Swt. Hal itu sesuai dengan tujuan penciptaan manusia dan jin.
فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى
Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan …." [QS al-Imrân(3):195]
مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
            Barangsiapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. [QS an-Nahl(16):97]
            Seluruh orang yang beriman, mengucapkan satu kalimat syahadat:
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ.
Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

ISLAM AGAMA CINTA
Allah Yang Maha bijaksana berfirman:
إِنَّ رَبِّي رَحِيمٌ وَدُودٌ
sayekti Pangéranku iku Mahaasih, Sutresna.
Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih. (QS Hud:90)
            Sesungguhnya cinta itu adalah unsur yang paling kuat pengaruhnya di dalam pendidikan manusia yang salih lan akale nalar. Ia juga merupakan sebaik-baik cara untuk mewujudkan kemajuan peradaban, sosial, ekonomi dan politik. Diriwayatkan dari Nabi Sulaiman as bahwasanya dia berkata,
مَا مِنْ شَيْئٍ أَحْلَى مِنَ الْمَحَبَّةِ
“Tidak ada sesuatu pun yang lebih manis daripada cinta.”
            Imam Muhammad Baqir ra menyifatkan Islam tidak lain adalah cinta. Sebagaimana hal itu beliau berkata:
هَلِ الدِّيْنُ إِلأَ الْحُبُّ
“Bukankah agama itu tidak lain adalah cinta.”
            Permusuhan itu bukan hanya menjadi penghalang yang merintangi kemajuan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Bahkan, ia adalah sebab kemandekan yang mencegah pemanfaatan segala potensi (kemampuan) yang ada. Oleh karena itu, masyarakat yang ditimpa bencana yang berbahaya ini (permusuhan atau kebencian), pasti akan mengalami kemunduran dan kejatuhan.
            Atas dasar itu, maka sesungguhnya agama yang menganggap dirinya dibangun atas dasar cinta, memandang bahwa permusuhan dan kebencian itu sebagai pemibinasaan terhadap agama. Dan menurut sudut pandang Rasul, Muhammad saw, “Sesungguhnya sejelek-jelek manusia itu adalah orang yang membenci orang banyak, dan orang banyak pun membenci dirinya.”
            Ada ungkapan yang sangat indah dari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib (karramallahu wajhahu) tatkala beliau mengangkat Malik al-Asytar sebagai Gubernur Mesir:
أَشْعِرْ قَلْبَكَ الرَّحْمَةَ لِلرَّعِيَّةِ وَالْمَحَبَّةَ لَهُمْ وَاللُّطْفَ بِهِمْ وَلَا تَكُونَنَّ عَلَيْهِمْ سَبُعاً ضَارِياً تَغْتَنِمُ أَكْلَهُمْ فَإِنَّهُمْ صِنْفَانِ إِمَّا أَخٌ لَكَ فِي الدِّينِ وَإِمَّا نَظِيرٌ لَكَ فِي الْخَلْقِ.
            Wahai Malik, ciptakan dalam hati dan pikiran Anda rasa baik hati dan sayang kepada rakyat Anda. Jangan bersikap terhadap mereka seakan-akan Anda binatang buas yang kelaparan dan rakus, dan seolah-olah kalau Anda melahap mereka maka Anda akan sukses.
            Ingatlah wahai Malik, bahwa di antara rakyat Anda ada dua golongan yang sama agama mereka dengan agama Anda; mereka ini saudara-saudara Anda, sedangkan golongan yang agama mereka beda dengan agama Anda, maka mereka itu manusia seperti Anda.” (Nahjul Balaghah, hal.426, surat 53)
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ (١٥٩)
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu, kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. (QS al-Imran:159)

PENGERTIAN, DASAR HUKUM DAN HIKMAH SERTA MANFAAT UKHUWAH ISLAMIYAH

            Manusia adalah makhluk ciptaan Allah, manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Islam adalah agama rahmatan lil ‘âlamîn sudah menjadi keharusan bagi setiap musliة untuk menjaga hubungan dengan baik, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, maupun dengan negara. Dalam ajaran agama islam, semua manusia sama statusnya di mata Allah, yang membedakan hanya dari tingkat ketakwaan seseorang. Islam mendidik umatnya melarang besifat individual, tetapi selalu menyuruh umatnya untuk selalu menjalin hubungan kepada sesamanya, yang dalam agama dikenal dengan ukhuwah islamiyah. Ukhuwah Islamiyah tersebut seharusnya menjadi spirit baru dalam kehidupan beragama, sehingga agama menjadikan sebuah suasana yang menyejukkan, bukan yang menebar kebencian. Ukhuwah (persaudaraan) dengan orang Islam tidak menjadi ukhuwah Islamiyah, ketika disertai dengan sikap saling merugikan dan mendhalimi. Tetapi, ketika persaudaraan dengan orang lain meskipun berbeda keyakinan, pada saat itu juga persaudaraan itu menjadi ukhuwah Islamiyah.
1. Pengertian Ukhuwah Islamiyah
            Kata ukhuwah berasal dari bahasa arab yang kata dasarnya adalah akhun yang berarti saudara, sementara kata ukhuwah berarti persaudaraan. Adapun secara istilah ukhuwah islamiyah adalah kekuatan iman dan spiritual yang dikaruniakan Allaah kepada hamba-Nya yang beriman dan bertakwa yang menumbuhkan perasaan kasih sayang, persaudaraan, kemuliaan, dan rasa saling percaya terhadap saudara seakidah. Dengan berukhuwah akan timbul sikap saling menolong,saling pengertian dan tidak menzhalimi harta maupun kehormatan orang lain yang semua itu muncul karena Allah semata.
2. Dasar Hukum Ukhuwah Islamiyah
إِنَّمَا الْمًؤْمِنُوْنَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوْا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوْا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
            Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah kedua saudara kalian,  dan bertakwalah kalian kepada Allah supaya kalian mendapatkan rahmat. (QS al-Hujurat :10).
واَعْتصِمُواْ بِحَبْلِ الله جَمِيْعًا وَلاَ تَفَـرَّقوُا وَاذْكـُرُو نِعْمَةَ الله عَلَيْكُمْ إٍذْكُنْتُمْ أَعْـدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلـُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
            Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan “tali Allah” dan janganlah kamu sekalian berpecah belah, dan ingatlah nikmat Allah atas kamu semua ketika kamu bermusuh-musuhan maka Dia (Allah) menjinakkan antara hati-hati kamu maka kamu menjadi bersaudara. (QS. Ali Imran :103).
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا (٥٩)
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS an-Nisâ`:59)
مَثَلُ الْمُؤْ مِنِينَ فِى تَوَادَّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
            Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, saling mengasihi, dan saling menyayangi adalah bagaikan satu jasad, jika salah satu anggotanya menderita sakit, maka seluruh jasad juga merasakan (penderitaannya) sehingga tidak bisa tidur dan merasa demam. (HR. Bukhari dan Muslim).
الْمُسْلِمُ أَخُو لْمُسْلِمِ لَايَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ أَخِيْهِ كَانَ اللهُ فِى حاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَة
Orang muslim adalah saudara muslim lainnya, ia tidak akan menganiayanya dan tidak akan menyerahkannya (kepada musuh). Barang siapa ada didalam keperluan saudarany amaka Allah ada didalam keperluannya. Barangsiapa menghilangkan suatu kesukaran dari orang muslim, maka Allaah akan menghilangkan satu kesukaran-kesukaran yang ada pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim, maka Allaah akan menutupu (aibnya) pada hari kiamat. (HR. Bukhari dan Muslim).
3. Hikmah dan Manfaat Ukhuwah Islamiyah
            Ada beberapa hikmah yang harus kita ambil pelajaran untuk menjalin ukhuwah islamiyah dalam kehidupan kita sehari-hari sehingga Allah SWT senantiasa menurunkan berkah didunia ini antara lain :
a. Terciptanya solidaritas yang kuat antar-sesama muslim
            Dengan adanya saling tepa selira, merasakan kebahagiaan ketika orang lain bahagia dan merasakan kesedihan ketika orang lain ditimpa musibah, akan membuahkan sikap solidaritas yang kuat di antara sesama muslim. Seorang muslim akan lebih peduli dan memberikan perhatian yang lebih kepada saudaranya sesama muslim. Dari sikap inilah Islam dan kaum muslim akan makin kuat dalam berbagai hal, termasuk secara ekonomi sehingga terhindar dari jurang kemiskinan.
b. Terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa
            Apabila seorang muslim mampu memberikan kasih sayang terhadap muslim lainnya, dan kasih sayang itu diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, kita akan merasakan betapa nikmatnya kebersamaan sebagai umat Islam dan bangsa yang kuat dan kukuh yang didasari sikap ikhlas karena mengharap ridha Allah, di samping itu tidak mudah di adu domba yang berdampak pada perpecahan.
c. Terciptanya kerukunan hidup antar-sesama warga masyarakat.
            Apabila seorang muslim mampu menghargai dan menghormai orang lain dalam berbagai hal, termasuk menghormati dan menghargai adanya perbedaan, baik dalam hal bahasa, budaya, maupun pemahaman agama yang penuh dengan perbedaan mazhab (aliran) dan pendapat, di samping bisa menerima dan legowo dengan perbedaan, tentu kita akan merasakan betapa nikmatnya hidup rukun dalam sebuah perbedaan yang dibingkai atas dasar ukhuwah Islamiyah dengan menganggap perbedaan sebagai rahmat atas kasih sayang Allah kepada semua hamba-Nya.
Indahnya Kebersamaan
            Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib (karramallâhu wajhah) dalam suatu pidatonya berkata:
وَخَيْرُ النَّاسِ فِيَّ حَالاً النَّمَطُ اْلأَوْسَطُ فَالْزَمُوهُ، وَالْزَمُوا السَّوَادَ اْلأَعْظَمَ، فَإِنَّ يَدَ اللهِ مَعَ الْجَمَاعَةِ، وَإِيَّاكُمْ وَالْفُرْقَةَ، فَإِنَّ الشَّاذَّ مِنَ النَّاسِ لِلشَّيْطَانِ، كَمَا أَنَّ الشَّاذَّ مِنَ الْغَنَمِ لِلذِّئْبِ.
            … Sebaik-baik orang adalah dia yang di jalan tengah. Karena itu, bersamalah dengan dia, dan dengan kaum Muslim yang lain karena tangan (perlindungan) Allah Swt ada pada (mereka) yang senantiasa menjaga kebersamaan (persatuan). Hati-hatilah, jangan sampai kalian memisahkan diri, karena orang yang terpisah dari kebersamaan (jamah), maka dia menjadi mangsa setan, persis seperti domba yang terpisah dari kawanannya, maka ia akan menjadi mangsa serigala. (Nahjul Balâghah, hal.184, khotbah 127)
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ): يَدُ اللهِ عَلَى الْجَمَاعَةِ، وَالشَّيْطَانُ مَعَ مَنْ خَالَفَ الْجَمَاعَةَ يَرْكَضُ.
            Rasulullah saw bersabda: “Tangan (Perlindungan) Allah Swt ada pada (mereka) yang senantiasa menjaga kebersamaan (persatuan dalam kebaikan); sedangkan setan bersama orang yang memisahkan diri dari kebersamaan (jamaah).” (Kanzul ‘Ummâl, hal.206)
            قَالَ رَسُوْلُ اللهِ (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ): أَيُّهَا النَّاسُ! عَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ، وَإِيَّاكُمْ وَالْفُرْقَةِ.
            Rasulullah saw bersabda: “Wahai manusia! Hendaklah kalian senantiasa dalam kebersamaan (jamaah), dan hati-hatilah kalian jika memisahkan diri.” (Kanzul ‘Ummâl, hal.206)

LALU DITUTUP DENGAN DOA PERBAIKKAN UNTUK DIRI DAN PUTRA PUTRI SERTA KERABAT

Doa ini baik untuk tujuan perbaikan diri sendiri, putra-putri, ketururnan, dan kerabat keluarga dekat, dibaca setiap habis shalat fardhu. Afdhalnya dibaca dalam qunut witir saat shalat malam:


رَبِّ أَصْلِحْ لِي نَفْسِي فَإِنَّهَا أَهَمُّ اْلأنْفُسِ إِلَيَّ، رَبِّ أَصْلِحْ لِي ذُرِّيَتِيْ فَإِنَّهُمْ يَدِي وَعَضُدِي، رَبِّ أَصْلِحْ لِي أَهْلَ بَيْتِي فَإِنَّهُمْ لَحْمِي وَدَمِي، رَبِّ أَصْلِحْ لِي جَمَاعَةَ إِخْوَتِيْ وأَخَوَاتِي وَمَحَبَّتِي فَإِنَّ صَلاَحَهُمْ صَلاَحِيْ.


Tuhanku, perbaikilah diriku, karena diriku harus lebih baik. Tuhanku perbaikilah anak keturunanku, 
karena mereka adalah tanganku dan kekuasaanku. Tuhanku perbaikilah keluargaku, karena mereka adalah darah dagingku. Tuhanku perbaikilah seluruh kerabat dekatku dan kecintaanku, karena perbaikan mereka berarti perbaikanku juga. (Khuzânatul Asrâr fil Khutum wal Adzkâr, Sayyid Muhammad al-Miqdam, jilid 1, hal.169)

0 komentar:

Post a Comment