Followers

Wednesday, 14 February 2018

DS003-MANA YANG LEBIH TINGGI?



27 Januari 2018

Suatu saat kita ditanya mengenai shalat dan wudhu, mana yang lebih mulia?

Pasti kita akan merasa kebingungan untuk menjawabnya.

Jika kita menjawab: "WUDHU" bukankah shalat adalah amalan pertama yang akan ditanya oleh Allah, jika ia baik maka baik pula semua amalan dan jika buruk maka buruk semua amal lainnya....
Namun jika kita menjawab: "SHALAT" bukankah shalat tidak akan sah tanpa wudhu yang benar dan sah.

Jadi mana yang lebih utama? Wudhu atau shalatkah?
Keadaan seperti ini sering kita alami dalam kehidupan dimana kita membandingkan nilai satu ibadah dengan ibadah yang lain.
Untuk itu jangan sekali-kali kita membandingkan nilai satu amalan dengan amalan yang lain karena semua amalan yang ditujukan kepada Allah yang maha agung adalah adalah yang paling bernilai, berlawanan dengan amalan yang dipersembahkan kepada selain Allah...

Jika kita terbiasa membanding-bandingkan satu amalan dengan yang lain maka kita sangat berpotensi terjerumus ke dalam qiyas yang tidak logis. Apalgi fikih yang memang berlandaskan nilai ta’abbud (penghambaan)

Jika kita hendak bermain qiyas maka jawablah pertanyaan dibawah ini:
Mana yang lebih tinggi nilainya: amalan wajib atau sunnah?

Atau dengan bahasa yang lebih gampang sebagai pendekatan, lebih besar mana pahala melakukan amalan wajib karena memang  diwajibkan....atau amalan sunnah yang kita tidak wajib melakukan tapi dengan sukarela kita melakukan...?


Jangan pernah menilai besar kecil dosa dari jenis dosa yang dilakukan tapi lihatlah kepada siapa kita berdosa...

Boleh jadi kita membagi dosa: BESAR dan KECIL akan tetapi saat kita melihat Allah yang maha pengasih dan penyayang terhadap hambaNya maka setiap dosa adalah dosa besar karena Allah Maha Besar dan Agung...

Demikian halnya dengan ibadah dan ketaatan....semua ibadah adalah agung jika ditujukan sebagai keikhlasan terhadap qadha-Nya...sehingga kita tidak berhak membeda-bedakan satu ibadah dengan ibadah yang lain. Shalat dan taklim (majlis ilmu) memiliki kemuliaan yang tidak bisa dibandingkan satu sama lain....

Mengapa kita melakukan shalat dan tidak pergi taklim...?, karena bagi kita shalat lebih mulia dari taklim....padahal shalat yang kita lakukan akan sia-sia tanpa makrifat dan ilmu sedangkan ilmu dicapai (salah satunya) dengan wasilah majlis taklim....

Kecuali antum punya ilmu Laduni......wassalam