G+

Terbuai keindahan purnama




Saat anda berjalan menembus malam di sebuah jalan yang sulit dilalui karena penuh dengan lubang dan retakan di sana sini, saat itu anda akan sangat membutuhkan pancaran cahaya bulan untuk menerangi jalan yang anda lalui, sekaligus menjaga anda dari tergelincir ke dalam lubang-lubang itu. Jika sinar bulan telah membuai mata anda dengan keindahan dan keanggunannya, terutama saat purnama tiba, maka pandangan anda akan tertuju pada keindahannya hingga anda akan berada dalam buaian khayalan yang memberikan kenikmatan jiwa yang dalam.
Namun, keindahan bulan itu seringkali membuat anda lupa daratan hingga tidak menyadari adanya lubang menganga di depan anda dan akhirnya anda tergelincir dan mengalami kerugian.
Seperti itulah sirah (perjalanan hidup) Ahlul Bait as. yang tidak ubahnya bulan purnama yang bersinar indah dan menerangi jalan kehidupan yang kita lalui. Namun masih banyak diantara kita yang terbuai oleh keanggunan dan keindahan sirah nan suci itu dan hanya melahirkan konsep dan emosi. Mereka tenggelam dalam kekaguman akan sosok para imam pembawa hidayah itu dan emosi mereka tercurah dalam kekaguman itu. Pada saat yang sama mereka lupa bahwa kekaguman itu harus diwujudkan dengan cara menauladani perjalanan hidup mereka. Hal ini yang menyebabkan mereka luput dari kesempatan meraih anugerah hidayah yang menjadi senjata dalam menghadapi berbagai tantangan hidup dan menghindari bencana.

(Musa Ash Shafar)